Sia-sia
Percuma
Tiada Malu
Tiada Ambisi
Elok nian Sang Pujangga
Mendayukan diksi indahnya
Buat siapa saja terseret jiwa rasa
Lantas Kakak berseru lantang, serupa dia adalah impian
Mana puisi kakak?
Ia marah dan menjerit
Menatap nanar lagi jerih
Kemudian tergelak sendu
Katanya, 'tiada puisi dalam diriku
Sepengap apapun keseharianku
Sedingin serta muramnya kesepianku
Bahkan mataku tiada makna'
Dia terseok menuju nyamannya
Bahagianya adalah tanpa ambisi
Ia sumbat dirinya dari bising dan hening
Bagaimana caraku memahaminya?
Kak...
Bayang kita terlalu persis
Apakah memang itu aku?