Mengenai Saya

Hi. Saya Riska. Dulu sering dipanggil Ika. Saya seorang manusia yang suka diam saat tau harus berkata apa. Semoga dalam hal menulis tidak turut demikian.

Sabtu, 12 Desember 2020

Pujangga Tanpa Rasa

Sia-sia

Percuma

Tiada Malu

Tiada Ambisi


Elok nian Sang Pujangga

Mendayukan diksi indahnya

Buat siapa saja terseret jiwa rasa

Lantas Kakak berseru lantang, serupa dia adalah impian


Mana puisi kakak?

Ia marah dan menjerit

Menatap nanar lagi jerih

Kemudian tergelak sendu


Katanya, 'tiada puisi dalam diriku

Sepengap apapun keseharianku

Sedingin serta muramnya kesepianku

Bahkan mataku tiada makna'


Dia terseok menuju nyamannya

Bahagianya adalah tanpa ambisi

Ia sumbat dirinya dari bising dan hening

Bagaimana caraku memahaminya?


Kak...

Bayang kita terlalu persis

Apakah memang itu aku?

Kamis, 10 Desember 2020

Puisi yang dibenar-benarkan

Namanya Poetry

Layaknya pengkaburan netra

Si Poetry gemar menjadi bias

Berada ditengah perkara 'iya' dan 'tidak'


Kerap disamakan Ia dengan ambigu,

Ia cibir orang itu

Lantas matanya berbinar,

Kepada yang tabu akan dirinya


Ia sadar hidup ini asing

Lantas suatu kewajaran untuk akrab

Orang bilang kita makhluk istimewa

Si Poetry pun tak bersimpatik pada kesialan


Ia berceletuk 'pemikiran itu jujur terhadap diri kita' manusia

Sayang ya, itu hanya dianggap singgah belaka

Seserius apapun sejarah memahaminya

Si Poetry sadar, perputaran roda itu membosankan


Kitalah yang bermukim di roda itu! Soraknya

Kita menangis, sumringah, dan terdampar

Masa demi masa. Sama

Susah si Poetry berkoar, ia selalu menutup ucapannya 'Kita semua bingung bukan? bernafas sajalah'


Buat apa.