PENGAR
![]() |
| Sumber: Istimewa |
Kupicingkan mata ini berulang
Terang lampu telah beralih pada bingkai jendela
Otakku tenang sembari mengingat mimpi semalam
Sepertinya berarti kerinduan
Kebas sudah ragaku oleh rehat nan tak sehat
Kepalaku sedikit pusing
Seduhan semalamku dengan wedang nan hangat
Lucunya terasa bangkit dari seduhan arak
Telah ku teguk ludah dalam tenggorokkanku
Frustasiku tak lenyap
Sayup-sayup ku dengar lirik
"Kalau sudah begini, harus bagaimana?"
Aku tak bisa membatukan diri
Beranjak dari nyamanku, ku sentuh air pada wajahku
Detik tiada hentinya berdetik
Hanya diriku yang bisa diandalkan

