Sudah terbiasa tersipu diluar, tak tahu malu pada kandang
Sepertinya itu alamiahnya
Menjalani hidup dengan debar ketidaktahuan
Melihat dan meniru kerumunan yang satu pandang
Ia jengah dan beribadah
bersimpuh pada pengharapan
Ia Mengerinyit dari lamunan disadari
Atsmosfir pandangannya terasa aneh
Ada yang janggal namun menyenangkan
Seolah terbangun dari lelap panjang
Kemudian pandangannya normal kembali
Ditengoknya kakinya yang menapak ubin
Di liriknya jam pada dinding
Detak-jarum membuatnya berdesir
entah apalah itu, Ia terus tersedot pada situasi yang sama
Tanpa bertanya dan mencari tau
Hanya merasakan seorang diri tanpa kegelisahan
Saat ini ia berkata, "inilah ke-aku-an pertamaku"
Dan lagi disadari
Itu pintu ketabjukkannya pertama kali
Ia yang penasaran akan semesta ini
Menjadi manusia kini impian pun keniscayaannya
Sekarang ia di fase pada tepi laut kelam
Dengan ombak curam berdaya tarik
Dibelakanganya utopia misterius
Keputusan berada ditangannya
Ia manusia bebas

Bisa tinggalkan jejak dg kritik dan saran....
BalasHapus