Asing
Mengenai Saya
- Riskaprl7
- Hi. Saya Riska. Dulu sering dipanggil Ika. Saya seorang manusia yang suka diam saat tau harus berkata apa. Semoga dalam hal menulis tidak turut demikian.
Minggu, 10 Januari 2021
Hujan dan kesendirian
Sabtu, 12 Desember 2020
Pujangga Tanpa Rasa
Sia-sia
Percuma
Tiada Malu
Tiada Ambisi
Elok nian Sang Pujangga
Mendayukan diksi indahnya
Buat siapa saja terseret jiwa rasa
Lantas Kakak berseru lantang, serupa dia adalah impian
Mana puisi kakak?
Ia marah dan menjerit
Menatap nanar lagi jerih
Kemudian tergelak sendu
Katanya, 'tiada puisi dalam diriku
Sepengap apapun keseharianku
Sedingin serta muramnya kesepianku
Bahkan mataku tiada makna'
Dia terseok menuju nyamannya
Bahagianya adalah tanpa ambisi
Ia sumbat dirinya dari bising dan hening
Bagaimana caraku memahaminya?
Kak...
Bayang kita terlalu persis
Apakah memang itu aku?
Kamis, 10 Desember 2020
Puisi yang dibenar-benarkan
Namanya Poetry
Layaknya pengkaburan netra
Si Poetry gemar menjadi bias
Berada ditengah perkara 'iya' dan 'tidak'
Kerap disamakan Ia dengan ambigu,
Ia cibir orang itu
Lantas matanya berbinar,
Kepada yang tabu akan dirinya
Ia sadar hidup ini asing
Lantas suatu kewajaran untuk akrab
Orang bilang kita makhluk istimewa
Si Poetry pun tak bersimpatik pada kesialan
Ia berceletuk 'pemikiran itu jujur terhadap diri kita' manusia
Sayang ya, itu hanya dianggap singgah belaka
Seserius apapun sejarah memahaminya
Si Poetry sadar, perputaran roda itu membosankan
Kitalah yang bermukim di roda itu! Soraknya
Kita menangis, sumringah, dan terdampar
Masa demi masa. Sama
Susah si Poetry berkoar, ia selalu menutup ucapannya 'Kita semua bingung bukan? bernafas sajalah'
Buat apa.
Minggu, 01 November 2020
Pengar
PENGAR
![]() |
| Sumber: Istimewa |
Kupicingkan mata ini berulang
Terang lampu telah beralih pada bingkai jendela
Otakku tenang sembari mengingat mimpi semalam
Sepertinya berarti kerinduan
Kebas sudah ragaku oleh rehat nan tak sehat
Kepalaku sedikit pusing
Seduhan semalamku dengan wedang nan hangat
Lucunya terasa bangkit dari seduhan arak
Telah ku teguk ludah dalam tenggorokkanku
Frustasiku tak lenyap
Sayup-sayup ku dengar lirik
"Kalau sudah begini, harus bagaimana?"
Aku tak bisa membatukan diri
Beranjak dari nyamanku, ku sentuh air pada wajahku
Detik tiada hentinya berdetik
Hanya diriku yang bisa diandalkan
Aku Ingin Lenyap
Kau tanya kenapa aku ini, aku tak tau
Keengganan tunggal yang terasa
Mata kaburku kembali sadar dari ingatan alam bawah sadar
Pertanyaan lagi, tapi itu dari batinku, kenapa aku ini?
Mereka berkata aku ini manusia
Manusia punya fikiran dan kehendak
Harus jauh dari fikiran sesat dan keliru
Sedang ku tengok bilik diriku, bahkan tak yakin akan manusiaku ini
Kita tiada pernah diminta hadir
Lantas kudapati ragaku bernafas pada ingatan pertamaku
Yang entah kapan itu
Aku tertampar pada manusiawiku yang tidak sewajar dengan mereka
Hidupku akan beranjak dua dekade
Aku ini apa, jika tak ingin benar-benar ada
Aku beranjak pada sudut kamar
Nyaman
Aku bingung
kemudian dengan kesia-siaan
Lalu terlelap lagi
halo bunga tidurku,
Minggu, 27 September 2020
Pintu pertama
Sudah terbiasa tersipu diluar, tak tahu malu pada kandang
Sepertinya itu alamiahnya
Menjalani hidup dengan debar ketidaktahuan
Melihat dan meniru kerumunan yang satu pandang
Ia jengah dan beribadah
bersimpuh pada pengharapan
Ia Mengerinyit dari lamunan disadari
Atsmosfir pandangannya terasa aneh
Ada yang janggal namun menyenangkan
Seolah terbangun dari lelap panjang
Kemudian pandangannya normal kembali
Ditengoknya kakinya yang menapak ubin
Di liriknya jam pada dinding
Detak-jarum membuatnya berdesir
entah apalah itu, Ia terus tersedot pada situasi yang sama
Tanpa bertanya dan mencari tau
Hanya merasakan seorang diri tanpa kegelisahan
Saat ini ia berkata, "inilah ke-aku-an pertamaku"
Dan lagi disadari
Itu pintu ketabjukkannya pertama kali
Ia yang penasaran akan semesta ini
Menjadi manusia kini impian pun keniscayaannya
Sekarang ia di fase pada tepi laut kelam
Dengan ombak curam berdaya tarik
Dibelakanganya utopia misterius
Keputusan berada ditangannya
Ia manusia bebas



